Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Nelayan Morotai Keluhkan Harga BBM Jenis Pertamax di Jual Tidak Sesuai Harga

Daruba, KoranMalut Co.Id - Para nelayan dan warga di wilayah Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai keluh soal harga BBM jenis per...


Daruba, KoranMalut Co.Id - Para nelayan dan warga di wilayah Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai keluh soal harga BBM jenis pertamax yang dijual di SPBUN Bere-Bere, Morotai Utara.

Pasalnya, pihak SPBUN Bere-Bere melakukan penjual BBM jenis pertamax tidak sesuai dengan harga het yang ditentukan oleh pemerintah dengan harga Rp 13.500 perliter. 

Namun, BBM jenis Pertama yang dijual oleh pihak SPBUN Bere-Bere diangka Rp 14.300 perliter.

Sebagaimana hal itu disampaikan oleh sejumlah nelayan yang tidak mau menyebutkan nama mereka oleh media ini, Senin (25/03/2024),

Mereka mengatakan bahwa sangat bingun dengan harga BBM jenis pertamax yang dijual oleh SPBUN Bere-Bere.

"Jadi kami ini bingun, karena sudah satu bulan lebih harga BBM jenis pertamax yang dijual di SPBUN Bere-Bere sudah sekitar Rp 14.300," ungkap para nelayan.

Pada hal, kata mereka, bahwa sebelum pengelola SPBUN Bere-Bere ini bergantian atau masih dikelola oleh Pak Amal itu, masih sesuai dengan harga hetnya yaitu Rp 13.500 perliter. Bahkan di Daruba juga dijual sesuai harga hetnya.

Akan tetapi, begitu pengelola SPBUN Bere-Bere diganti oleh Pak Erwin Sutanto dia sudah mulai kasih naik harga yaitu  Rp 14.300 perliter. Inikan sangat jauh, itu yang harus dipertanyakan, ucapnya

Sebab, mereka bilang, saat kami melakukan pengisian BBM tadi, harga minyak pertama itu sudah berubah diangka Rp 14.300 perliter.

"Nah begitu kami tanya di petugas SPBUN, mereka bilang bahwa itu bos (Erwin Sutanto,red) yang suruh. Jadi ikut harga di mesin situ, itu yang petugas SPBUN bilang," ujarnya

Akhirnya apa, masyarakat dan nelayan disini pada mengeluh semua, soalnya minyak ini mereka kasih naik terus. Jadi torang (kami) bilang ke petugas, kenapa minyak ini harus naik terus, pada hal harga nasionalnya itu Rp 13.500 perliter. Ini ada apa, tuturnya

"Terus petugas bilang sekarang dia punya harga Rp 13.500 sudah tidak bisa, itu yang petugas sampaikan kepada kami," cetusnya

Olehnya itu, kami berharap kepada pemerintah daerah Morotai, kiranya memberikan teguran keras kepada pihak SPBUN Bere-Bere karena dengan sengaja menaiki harga BBM jenis pertamax yang tidak sesuai dengan harga hetnya, harapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Morotai, Nasrun Mahasari mengatakan bahwa harga BBM itu sudah sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah yakni Pertamax Rp. 13.500 perliter, Dexlaite Rp 14.900 perliter dan Pertalite Rp. 10.000 perliter.

"Makanya tidak boleh naik, karena harga hetnya sudah di atur. Jadi tidak boleh kasih naik tanpa dasar yang jelas," katanya

Dengan begitu, Nasrun, mengarahkan wartawan agar mengkonfirmasi ke pihak Dinas Kelautan dan Perikanan. Sebab, itu wilayah mereka.

"Kalau bisa konfirmasi langsung ke DKP, karena teknisnya ada di mereka (DKP)," ucapnya

Terpisah- Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Masita Lohor mengatakan bahwa untuk minyak pertamax memang tidak masuk dalam zona nelayan, karena dia non subsidi.

Akan tetapi, menurutnya harga het untuk minyak pertamax itu perliter Rp 13.500, bukan Rp 14.300 perliter, ucap singkat mengakhiri

Tidak ada komentar