Koranmalut.Co.Id – Terlahir dengan nama Soksi, sebuah pemberian nama yang di andai-andaikan, kelak sebagai sosok yang tanguh,pejuang da...
Koranmalut.Co.Id – Terlahir dengan nama Soksi, sebuah pemberian nama yang di andai-andaikan, kelak sebagai sosok yang tanguh,pejuang dan pemberani. Pengandaian itu rupanya mengilhami soksi setelah bergabung di dunia akademik sebagai mahasiswa Hukum universitas Patimura Ambon dan memilih Himpunan Mahasiwa Islam, tempat mengasa kemampuan serta menggandrugi aktivitas politiknya. Di Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Ambon (Hmi Cabang Ambon) sosok Soksi dikenal sebagai Kaders yang Kritis, Militan, Progres dan berwatak Perkaderan sehingga di periode 1997-1998 Soksi di percayai mengemban Amanah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Ambon. Kedudukannya sebagai Ketua Umum Cabang, Soksi sangat aktif terlibat dalam pergerakan mahasiswa kala itu, dan kita mungkin tau dalam tenggang waktu 1997-1998 gelombang massa protes, mahasiswa atas razim dictator Soeharto. Soksi juga mengambil bagian menurunkan Pemerintahan Soeharto lewat Instruksi Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) kepada HMI Cabang Se- Indonesia untuk menandatangani Surat Petisi penurunan Presiden Soeharto Tahun 1998.
Dari HMI, Soksi belajar tentang poltik ideal, sebagaimana yang termatub dalam cita cita berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam yakni Keummatan dan Kebangsaan. identitas politik hijau-hitam tumbuh subur bersemai dalam entitas politiknya dan menuntun soksi untuk memandang Politik sebagai Transformasi diri menuju keadilan sosial. Nafas juang Politik Soksi yang berdiri atas tumpukan dua nilai fundamen diatas menghendaki beliau turut menyuarakan pemekaran kabupaten Halmahera Tengah yang masih berpusat di Kota Tidore (belum di Weda) di tahun 2002. Tuntutan ingin memindakan kabupaten Halmahera tengah didasari pada kondisi geografis, kesesuaian dengan rencana tata ruang, ketersediaan lahan, sosial, budaya, sejarah, politik keamanan, sarana dan prasarana, serta aksesibilitas dengan memperhatikan keterjakauan pelayanan masyarakat. Dan ditahun 2003 hadiah pemekaran kabupaten Halmahera tengah resmi di pindahkan ke Weda.
2004 menjadi tahun dimana Soksi memulai debut perdana dalam panggung politik kedaerahan (Halteng), beliau turut mewarnai kompetisi pemilihan legislatif yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), daerah pemilihan II (Patani dan Gebe). dan di partai bersimbol Kepala Banten ini soksi mendapat daulat rakyat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah. Di waktu yang bersamaan juga, beliau mencatatkan namanya sebagai ketua DPRD perdana dan termuda dipapan sejarah perpolitikan Halmahera Tengah dan sampai saat ini belum ada nama dan figure yang mampu menggantikan sosok soksi dalam political history Halteng. Di mata masyarakat, Soksi dipandang sebagai orang yang cermat dan cerdas dalam berpidato politik, serta disinyalir memiliki kekuatan natural tentang kepemimpinan, terbukti ketika keberadaan soksi di tengah-tengah masyarakat dapat mencairkan, mendamaikan, dan berbondong menuju tempatnya ketika mendengar kehadiran soksi di sebuah desa atau di mana saja, Jadi kehadiran soksi ibarat ungkapan dalam Filosofi “ Manuru doe patani pura Sali jiko weda sio biji kasiruta yo ruru talaga weda “ artinya harum semerbak bunga melati sumbernya ada di weda benih-benih yang ada di gebe dan patani sudah disemaikan dan tumbuh di talaga weda. Sastra klasik lokal fagogoru ini sunguh mengintegrasi karakter sosok soksi yang mencair dan berbaur di berbagai kalangan, Weda, Patani, Maba, Bicoli, tidore dan suku bangsa lainya. Oleh karena metafor diatas inigin menegaskan bahawa weda sebagai pusat nilai aksiologi (keindahan, kedamaian dan ketentraman), sehingga membuat orang terkesima dan antusias ingin menyaksikan itu, seperti halnya juga, kemunculan diri sosok soksi yang mampu memberikan kedamaian serta memancarkan ketentraman bagi siapa saja.
Karier menjabat sebagai ketua DPRD berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat, dan akhirnya Soksi diminta oleh masyarakat untuk kembali mengikuti pemilihan legislatif di tahun 2009, masih tetap dengan partai yang sama. Kecintaan serta keinginan masyarakat untuk menjadikan sosok soksi sebagai anggota dewan perwakilan rakyat daerah terwujud lagi, dan di internal parlemen mempercai beliau menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) Kabupaten Halmahera Tengah periode 2009-2014 (belum selesai menjabat bung soksi diminta menjadi calon wakil bupati). Track Record Politik yang baik ini menghipnotis Al-yasin Ali untuk meminang Soksi Hi Ahmad bertarung dalam momentum pemilihan Bupati Halteng masa periode 2012-2017, masing-masing sebagai calon bupati dan wakil bupati. Lewat garis tangan rakyat Halteng Al-yasin Ali dan Soksi Hi Ahmad terpilih.
Setelah banyak mengamati fenomena perjalanan pemerintahan, Soksi memutuskan ingin maju menjadi calon bupati akan tetapi dalam proses perebutan Rekomdasi Partai, Soksi tereliminasi oleh rekan Separtainya sendiri, dan akhirnya Soksi menyatakan sikap poltiknya untuk memenagkan pasangan Elang-Rahim. Tepat di tanggal 15 februari 2017 Soksi bersama masyarakat Halteng merayakan kemanangan pasangan Edi langkara dan Abd Rahim Odeyani. Kepiawaian soksi dalam berpolitik untuk memenangkan pasangan Elang-Rahim, Lalu masyarakat memberikan Lebel Kepada Soksi sebagai Panglima Perang dalam momentum politik itu.
Semakin terbukanya sistem demokrasi dan mahar politik yang tinggih serta mosi ketidak percayaan masyarakat kepada sebagian orang yang mengemban aspirasi rakyat tapi dalam porsi kekuasaaan tidak menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan nasional dan daerah untuk menjawab kesenjangan dan kemalaratan diberbagai daerah, sosok soksi justru hadir untuk memperbaharui patologi sosial akibat dari pejabaat publik yang tidak mumpuni berada dalam struktur parlemen. Dengan dalil ini soksi bertekad untuk menjadi calon anggota legistalif di provinsi Maluku utara dengan daerah pemilihan III, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, dan Halmahera Timur, yang diusung oleh partai Golongan Karya (Golkar) bernomor urut 3 masa bakti 2019-2024.
Sepak terjang serta capaian Politik Bung Soksi menjadi dasar rasional Treatment Politik kekinian, sehingga sangat benar bila semua orang melegitimasi kedaulatanya pada tanggal 17 april 2019 kepada soksi yang nyata telah berbuat banyak tentang keadilan dan kesejahteraan Ummat, Sebagaimana tergagas lewat Tagline Poltikya, eksistensi seorang terlihat disaat dia berani mengabdi dan memberi untuk rakyat.untuk itu tunggu apalagi, amankan dan menangkan Soksi Hi Ahmad di Pileg DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil III, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, dan Halmahera Timur.
Penulis : Faizal Ikbal
(Loyalis Bung Soksi)
(Loyalis Bung Soksi)
