Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Bawaslu Gelar Apel dan Patroli Anti Politik Uang Masa Tenang

Bawaslu Halmahera Utara Gelar Apel Siaga Pengawasan TOBELO, Koranmalut.Co.Id -   Menjelang Minggu tenang Pemilihan Umum Presiden Wakil p...

Bawaslu Halmahera Utara Gelar Apel Siaga Pengawasan
TOBELO, Koranmalut.Co.Id -  Menjelang Minggu tenang Pemilihan Umum Presiden Wakil presiden dan  Legislatif 2019, Badanawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara, Ahad (14/04) menggelar apel siaga pengawasan dan Patroli Anti Politik uang masa tenang pada Pemilu pada 17 April 2019. Apel siaga tersebut, juga dilaksanakan sosialisasi pengawasan pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
   
Pelaksanaan Patroli Deklarasi damai dengan route start di depan Bawaslu Kabupaten Halut, Tugu Hibualamo, Desa Gura, Desa Gamsungi, dan Kembali ke Kantor Bawaslu Halut Jln. T. T Marthaban, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo. di hadiri oleh Ketua KPUD Halut Muchlis Kharie, Devisi Pengawasan Bawaslu Halut Ahmad Idris, Ketua Bawaslu Halut Rafli Kamaludin beserta Komisioner Bawaslu, di ikuti oleh Para Anggota Pengawas TPS Se-Kab. Halut, Anggota Jajaran Kodim 1508/Tobelo, Anggota Satpol PP Halut dengan jumlah yang hadir 200 orang.
     
Ketua Bawaslu RI yang di bacakan oleh Ketua Bawaslu Halut Mengatakan Pemilihan umum adalah perayaan demokrasi yang patul dirayakan dengan penuh sukacita,  damai dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab." Tinggal lima hari lagi kita akan memasuki puncak perayaan l Pemilu 2019, Tepatnya pada tanggal 17 April seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan mennggunakan  hak Pilihnya." Ungkapnya.
     
Lanjut Ia, Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di lndonesia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan dipilih secara Serentak.  Aspek keserentakan dari pemilu kali ini, menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang telah 11 tahun mendedikasikan dirinya menjaga hak pilih rakyat. " Kita tetah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu  termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu." Cetusnya.
   
Ia menjelaskan, Sebab tugas mengawasi pemilu adalah panggilan mulia yang harus kita tuntaskan dengan baik, Karena itu, sudah sepatutnya pula kita memintaa pertolongan Tuhan agar kita dikuatkan dan dimampukan untuk menunaikan tugas dan panggilan ini dengan baik."Sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April, kita terlebih dahulu dperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai tanggal 14 s/d 16 April."
     
Menurut Ia, Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik -praktik kecurangan politik uang, propaganda isu SARA, Penyebaran berita Bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta, bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu." Kita berdiri disini dalam gelaran Apel Potroli, Pengawasan Anti Politik Uang pada Masa Tenang." Hari ini seluruh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota mulai dari sabang sampai merauke, dan pulau miangas sampai, pula rote berdiri serentak sebagai tanda kesiapan untuk mengawasi tahapan puncak dalam pemilu Tahun 2019." Terangnya.
   
Ia menambahkan, Selain bertujuan membunyikan alarm atas kesiapan pengawas dalam melakukan pencegaahan gerakan patroli anti politik uang pada masa tenang pemilu 2019."pengawasan dapat kita maknai sebagai, gerakan etik dan moral yang berbasis pada keyakinan bawaslu bahwa lndonesia sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi pada basis karakter sejati anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian serta menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa." Tutupnya.**(kibo)