Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Sudut Pandang: ARDIAN IDHAN Adalah Poros Utama di Musda Golkar Kota Ternate, 2026

Oleh ; Tahara Kalimuda, Kader Golkar Kota Terante KoranMalut.Co.Id - Diawali dengan sebuah kutipan pendek dari seorang pemimpin politik ter...

Oleh ; Tahara Kalimuda, Kader Golkar Kota Terante

KoranMalut.Co.Id - Diawali dengan sebuah kutipan pendek dari seorang pemimpin politik ternama di Kota ini yang juga tokoh Golkar Maluku Utara sebagai moto atau prinsip perjuangan. 

"Lebih Baik Kalah dengan Kepala Tegak, daripada Menang dengan Kepala Menunduk".

(Syamsir Andili, 2010. Melayani Dengan Rasa). 

Sebelum membahas lebih lanjut, terlebih dahulu ditegaskan bahwa tulisan ini bukan untuk menulis Curriculum Vitai (CV) atau biografi singkat, bukan..!!!, apalagi memujinya,  tidak juga..!!!, tapi sekedar membincangkan sepak terjang sebagai kader dan calon Ketua DPD Partai Golkar. Sekedar sajian alakadar dari pikiran-pikiran dan sudut pandang  sekaligus memberi motivasi kepada (dia) anak muda enerjik, ARDIAN IDHAN nama lengkapnya, yang akrab dipanggil [adik] Ian atau Iyan, begitulah kira-kira penulisan nama akrapnya.

​bersama PARTAI GOLKAR

Sejak awal, Ardian Idhan adalah kader golkar dan hingga saat ini tetap  bersama partai Golkar. Seperti kader golkar lainnya, Ardian Idhan  tampil dengan khasnya sendiri. Dimanapun dia tampil tidak melupakan warna politiknya sebagai kader Golkar. Selalu aktif terdepan di setiap konsolidasi partai. Menunjukkan kesetiaannya, bahwa dirinya bukanlah kader kalengan atau sekedar menjadi kader golkar tapi benar-benar ingin berproses lebih dari itu. Begitulah sejatinya sebagai kader Golkar. 

​semangat dan LOYALITAS

Dimulai dari sebuah kemauan besar. Bagaimana  kita menjadi besar dan diakui secara politik. Sebagai kader golkar, tentu harapan-harapan dan keinginan itu menjadi pijakan politik dan motivasi kita untuk bertarung dan berjuang agar bisa meraih ruang itu. Dan setiap kader Golkar punya kemampuan soal olah - mengolah (sedikit tertawa lebar) salah satu diantara kita adalah [adik] Ardian Idhan, (ian, iyan). Ini bukan sekedar isapan jempol, tanda mantap tapi realitasnya begitu. 

Kepiawaiannya, gerak cepat melihat, membaca lalu memainkan peluang dan momentum telah mendorongnya satu langkah lebih maju melampaui para seniornya.  Ini bukan sekedar peran aktif, melainkan suatu ekspektasi politik yang hanya ada pada kader-kader yang benar-benar memiliki naluri dan teropong politik yang matang dan jitu. Ardian Idhan membaca peluang itu, sementara kita yang lain hanya asyik dengan debat kusir tanpa judul. 

Memang, dalam berpartai apalagi menjadi kader partai Golkar, bukan sekedar menjadi kader. Tapi harus benar-benar menunjukkan loyalitas pengabdian kita, lalu beraspirasi, kemudian berjuang, baru selanjutnya bertarung. Dan Ardian Idhan telah membuktikan semangat dan loyalitas itu bersama partai Golkar di ruang terbuka.**().

Tidak ada komentar