KoranMalut.Co.Id — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat dukungan bagi petani ya...
KoranMalut.Co.Id — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat dukungan bagi petani yang terdampak musim panas dan kebakaran. Salah satunya dengan menyiapkan 110 ribu anakan tanaman perkebunan yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Pasalnya bantuan tersebut bersumber dari kegiatan APBN Tahun 2026 dan terdiri atas empat jenis komoditas perkebunan, yakni kakao, pala, kelapa Bido, dan kelapa dalam.
Sebelumnya media ini telah berkonfirmasi konfirmasi dengan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, Jumat (02/20/2026) guna meminta penjelasan resmi terkait pemberitaan 110 bibit yang disiapkan Pemda, yang sebelumnya juga telah diberitakan oleh sejumlah media.
Ia mengatakan penyediaan bibit tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk membantu petani mengganti tanaman perkebunan yang mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca ekstrem dan kebakaran.
“Tahun ini pemerintah daerah telah menyiapkan bibit untuk membantu memenuhi kebutuhan petani, terutama mereka yang tanaman perkebunannya mengalami kerusakan akibat musim panas dan kebakaran. Ini menjadi salah satu langkah kita untuk mendukung pemulihan tanaman petani,” ujar Tamhid,.
Tamhid menjelaskan, dari total 110 ribu anakan yang disiapkan, sebanyak 40 ribu anakan merupakan bibit kakao, 30 ribu bibit pala, 30 ribu bibit kelapa Bido, serta 10 ribu bibit kelapa dalam.
Menurutnya, seluruh proses administrasi bantuan bibit tersebut telah melalui tahapan verifikasi. Dokumen dan persyaratan yang diajukan pemerintah daerah telah diverifikasi oleh Balai Besar di Ambon dan dinyatakan lengkap.
“Administrasinya sudah diverifikasi oleh Balai Besar Ambon dan dinyatakan lengkap. Saat ini kita tinggal menunggu proses penyaluran bibit kepada daerah,” jelasnya.
Sementara itu selain menyiapkan bibit, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai juga telah mulai menyalurkan dukungan berupa pupuk organik kepada petani.
Tamhid menyebutkan, 22 ton pupuk organik telah disalurkan sekitar dua pekan lalu. Selanjutnya, pemerintah daerah kembali menjadwalkan penyaluran 88 ton pupuk organik pada pekan depan.
Meski demikian, dukungan pemerintah tidak hanya diarahkan pada penyediaan bibit, tetapi juga pemenuhan kebutuhan pendukung bagi petani dalam proses pengembangan tanaman perkebunan.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi petani. Bibit yang disiapkan diharapkan dapat mengganti tanaman yang rusak, sementara pupuk menjadi bagian dari dukungan untuk membantu pertumbuhan tanaman petani,” kata Tamhid.
Ia menegaskan, sektor perkebunan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan sumber pendapatan masyarakat. Karena itu, berbagai dukungan melalui program pemerintah terus diarahkan untuk membantu petani mempertahankan dan memulihkan produktivitas perkebunan di Morotai.
“Harapan kami, bantuan bibit dan pupuk ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh petani. Pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan di Morotai,” pungkasnya.**(red/fhm)

Tidak ada komentar