Amanah Upara, S.IP, M.I.P, Mahasiswa Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta KoranMalut.Co.Id - Dalam suatu forum Muhaimin Iskanda...
Kapan umma Islam bisa bersatu & maju kalau tokoh Islam memiliki pemikiran untuk memecah belah ummat seperti ini? Bukankah HMI & PMII Berasaskan Islam dan Berpedoman pada Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi Muhammad, SAW. Artinya bahwa seluruh organisasi Islam memiliki nilai atau tujuan perjuangan yang sama yakni menegakkan "Amal maruf nahi munkar demi tegaknya Dinul Islam di muka Bumi". Dengan demikian jalan perjuangan Ormas yang berasaskan Islam memang berbeda tetapi tujuannya sama Tegaknya Dinul Islam di Persada Muka Bumi".
"NU mengajarkan Adab. HMI mengajarkan Intelektualitas. PMII mengajarkan Pengabdian. Jika perbedaan politik dan kepentingan kelompok kemudian sesama ormas Islam bertikai, siapa lagi yang memperjuangkan kepentingan ummat Islam".
Wajarlah jika setiap kali Pemilu ummat Islam lebih memilih Partai Nasional sekuler dan selalu Partai Nasionalis menang dalam Pemilu ketimbang memilih partai yang berasaskan Islam karena mungkin saja ummat tidak percaya dengan partai yang berasaskan Islam.
Logikanya jika ummat Islam mayoritas di republik ini seharusnya setiap Pemilu partai yang berasaskan Islam harus menang dalam Pemilu, tetapi mulai dari Pemilu Orde Lama, Orde Baru dan Era Reformasi partai yang berasaskan Islam tidak pernah memenangkan Pemilu bahkan PPP di era Orde Baru dapat mempertahankan kursinya di DPR RI tetapi Pemilu 2024, PPP kehilangan Kursi di DPR RI.
Fenomena ummat Islam yang tidak memilih (meninggalkan) partai yang berasaskan Islam merupakan alaram keras (lampu merah) bagi partai yang berasaskan Islam jika tidak berbenah memperbaiki diri, tidak bersatu, tidak memperjuangkan kepentingan ummat dan tidak menjaga integritas kader maka dipastikan partai yang berasakan Islam akan ditinggalkan pemilihnya kemudian mengalihkan pilihan kepada Partai Nasionalis pada setiap kali Pemilu di Indonesia.(**)

Tidak ada komentar