KoranMalut.Co.Id - Desa koloray kabupaten pulau morotai perovinsi maluku utara, berpenghuni sekitar 600 jiwa, telah mengalami ab...
KoranMalut.Co.Id - Desa koloray kabupaten pulau morotai perovinsi maluku utara, berpenghuni sekitar 600 jiwa, telah mengalami abrasi yang sangat serius.
sampai saat ini abrasi pantai masi terus menghantui masyarakat serta berpotensi mengancam wajah wisata desa koloray
bangunan pengalang ombak sebelumnya suda di bangun lewat program PNPM tahun 2007/2008, kini 90% telah hancur.
Ical Kudo, salah satu warga desa koloray dalam wawancara Baperone com. Jum'at (14/8/2026) menyampaikan, sebelumnya jarak rumah warga dan fasilitas umum lainnya 20 meter dari bibir pantai, namun saat ini kurang lebih tinggal 4 meter.
Dampak abrasi pantai tak hanya mengancam infastruktur, tetapi berdampak menghilangkan air bersih, ujarnya
Ical juga menyampaikan abrasi pantai dapat mengacam keberlangsungan hidup masyarakat, kami suda tidak lagi merasakan air bersi di karenakan air laut telah terkontaminasi dengan air bersih.
masyarakat yang tadinya masi mengomsumsi air sumur, tetapi dari dampak tersebut masyarat tidak lagi mengomumsi air tersebut dan harus berpergian ke daruba untuk membeli air galon, ujarnya.
Ical Kudo menambahkan
abrasi pantai yang di alami desa koloray kurang lebiah 12 tahun lamanya, suda bertahun-tahun lamanya tetapi pemerintah daerah tidak memperhatikan desa kami, seakan desa kami di anak tirikan dari yang lain.
Jika pemerintah daerah tidak membangun penghalang ombak maka desa koloray akan terancam hilang di telan air laut.
Harapannya semoga pemerintah daerah dapat memperhatikan dareah-daerah yang terdampak abarasi pantai, khususnya desa koloray.**(red/tim).
Tidak ada komentar