Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Warga Patani Utara Sukses Membuat Pabrik Sagu di Pulau Sayafi

    HALTENG,  KoranMalut.Co.Id - Patani Utara merupakan salah satu sentra penghasil sagu di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Ut...


   
HALTENG, KoranMalut.Co.Id - Patani Utara merupakan salah satu sentra penghasil sagu di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut). Masalah yang belum terpecahkan dalam mengembangkan usaha sagu adalah masih sebatas industri rumah tangga. 

Teknologi pengolahan masih dilakukan secara tradisional serta kurangnya kegiatanp romosi terhadap hasil olahan sagu. Maka dengan itu, seorang warga Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara, Khaerun membuat satu terobosan di Pulau Sayafi dengan cara membuat Pabrik Sagu.

Meski dengan peralatan sederhana dan tanpa bantuan Pemerintah setempat, Khaerun mampu menyelesaikannya dengan baik. Bahkan saat ini pabrik tersebut sudah beroperasi. Dalam sehari dirinya mampu mencetak 10 karung sagu Tumang dengan berat 30 Kg.

"Analisa kami, pengolahan Sagu Rumbia harus menggunakan peralatan yang lebih modern. Karena di Sayafi banyak sekali Pohon Sagu, asalkan kita mampu untuk mengolahnya. Kalau tidak di olah, maka tanaman Sagu ini semakin lama semakin rusak," kata Khaerun, Jum'at (2/12/22).

Adapun strategi untuk pengembangan usaha sagu terdiri dari strategi produk yaitu pendirian industri rumahan, pengelompokan

produk menjadi dua jenis, peningkatan kualitas, dan pemberian identitas produk. Kemudian strategi harga, hal ini merupakan penentu untuk menunjang suatu usaha agar bertahan lama.

"Saat ini kami masih menggunakan kemasan sederhana, hal itu disebabkan karena kurangnya anggaran yang kami punya. Kemudian kami juga tidak mematok harga yang lebih tinggi, karena kami juga harus memikirkan keuntungan yang akan didapatkan oleh masyarakat/pembeli," ungkap Khaerun.

Katanya lagi, untuk Strategi tempat ia juga memilih daerah yang boleh dikatakan layak agar pabrik miliknya mampu beroperasi selama sagu masih menjadi kebutuhan masyarakat.

"Contohnya seperti di Lelilef, masyarakat disana banyak yang mengkonsumsi atau mencari sagu. Entah itu sagu masak atau Sagu Mentah. Itu artinya Lelilef menjadi target utama pemasaran kami," katanya.

Dirinya juga membeberkan beberapa strategi penjualan yang saat ini ia lakukan. "Setidaknya kami harus menguasai Strategi promosi yaitu perbaikan kualitas dan kuantitas produk. Dan penjualan secara online" jelasnya.

Warga Patani Utara ini juga berharap kepada Pemerintah Halteng agar memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang berkeinginan untuk mengolah Sagu Rumbia di Pulau Sayafi.

"Kami sudah membuat contoh, selanjutnya langkah pemerintah seperti apa dalam mendukung usaha kami ini," tutupnya.**(SN)

Tidak ada komentar