Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Program Kementerian PUPR, Melalui PISEW Membangun Akses Jalan Antara Tabalema - Yoyok Halsel

Foto : Program PISEW Membangun Jembatan Penghubung Desa Tabalema-Yoyok  Halsel   2020-2021 HALSEL, KoranMalut.Co.Id - Kabupaten halmahera Se...

Foto : Program PISEW Membangun Jembatan Penghubung Desa Tabalema-Yoyok Halsel 2020-2021

HALSEL, KoranMalut.Co.Id - Kabupaten halmahera Selatan adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Maluku Utara (Malut) yang terletak di pulau halmahera bagian selatan Halmahera., Untuk bisa sampai kabupaten halmahera selatan hanya bisa di akses dengan kapal laut yang sekitar 12 jam perjalanan dari pulau Ternate. 

Kabupaten halmahera selatan (Halsel) memiliki luas wilayah 8.779,32 km² dan berpenduduk sebanyak 251.299 jiwa dan juga terdapat 256 desa dengan 30 kecamatan.

Program pemerintah melalui kementerian PUPR membangun akses jalan jembatan di dua desa yakni antara desa Yoyok dan desa Tabalema di kecamatan Mandioli selatan kabupaten Halmahera Selatan.

Desa Yoyok dan desa Tabalema merupakan desa sasaran kegiatan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah provinsi maluku utara sejak tahun 2020. Desa Tabalema dan desa yoyok adalah dua desa yang bersebelahan hanya dibatasi oleh dua sungai.

Aktivitas anak anak sekolah yang berasal dari desa Tabalema harus terpaksa menyeberang sungai ketika pergi ke sekolah, karena sekolah terletak di desa yoyok, tak ada jalan lain, cara ini adalah satu satunya jalan untuk mereka menimbah ilmu di dunia pendidikan, mereka harus menyeberangi sungai dan berjalan disekitar bibir pantai yang suatu saat bisa membahayakan nyawa mereka ketika musim pasang tiba.

Ditahun 2020 lalu kegiatan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) hadir di kecamatan Mandioli Selatan yang sasarannya meliputi desa Yoyok dan desa Tabalema tahun itu merupakan tahun PISEW datang untuk mewujudkan setengah dari harapan masyarakat di desa yoyok dan tabalema satu sungai dengan bentang 35 meter suda dibangun jembatan gantung yang bisa meringankan akses masyarakat dengan anak sekolah di desa tersebut. Kemudian di tahun 2021 ini Tambah tahun 2021 itu ada bangun jembatan gelagar beton bentang 15 meter dan badan jalan sepanjang 500 meter., Namun itu belum menjawab keluhan masyarakat, karena belum akses jalan serta satu sungai lagi yang belum memiliki penghubung.

Sahdan, salah satu tokoh masyarakat desa Yoyok Mandioli selatan memberikan keterangan kondisi masyarakat dan pelajar dalam aktifitas keseharian yang cukup memprihatikan.

"Jadi Sebelum jembatan dibangun, Itu anak sekolah dari tabalema ke yoyok untuk pergi sekolah itu mereka semua berenang, jadi pake pakean biasa dlu baru mereka mandi di warga, setelah itu mereka baganti baru pergi ke sekolah, pulang juga bagitu sama, jadi, masyarakat pe kesibukan dong pe anak sekolah juga selalu berenang juga, jadi masyarakat dua desa ini sangat mengharapkan Dua itu (jembatan), terutama khususnya anak anak sekolah untuk akses mereka ke sekolah. Jadi setiap baku riki sekolah mereka selalu berenang, pagi sore pulang sekolah juga kalau ke tabalema begitu, kalau yang lebih anehnya lagi ketika bulan bulan baru itu airnya naik lebih dalam lebih setengah mati lagi, jadi berenang air sampe di leher. Dengan adanya jembatan ini kami sangat bersyukur kepada pemerintah pusat khususnya (Pisew) muda mudahan jembatan satu lagi jadi", Ujar Sahdan warga Yoyok. 

Terimakasih kepada menteri PUPR dengan adanya program PISEW yang ada di desa Yoyok-Tabalema itu sangat membatu anak sekolah Yoyok ke Tabalema itu mereka suda tidak lagi berenang, Karena jembatan suda dibangun., Bergerak bersama membangun negeri., Tutupnya.**(red).

No comments