TOBELO, KoranMalut.Co.Id - Upaya penggabungan Sekolah Dasar Negeri 5 Kabupaten Halmahera Utara dengan SD Inpres Wari Kecamatan Tobelo yang...
Alasan untuk upaya penggabungan sekolah SDN 5 Halut itu, karena lahan yang dibangun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan tindak lanjut dari pertemuan antara pihak Dikbud yang melibatkan kepala desa Wari, orang tua murid, para guru serta perwakilan warga."lahan itu milik PTPN, makanya semenjak tahun 2014 hingga sekarang tidak ada pembangunan, jika kita bangun maka akan bermasalah, karena status lahan tidak jelas," ujarnya.
Suwarno mengaku pihaknya sudah, berulang kali menyampaikan kepada orang tua murid terkait dengan masalah tersebut, namun pihak orang tua murid masih saja bersih keras, untuk tetap saja menyekolahkan anaknya, "Kami sudah sampaikan ke mereka agar anak-anak mereka segera di masukan di salah satu sekolah yang telah kami siapkan yakni sekolah SD yang berada di desa Wari. Namun mereka masih saja bersih keras dan tidak mau menyekolahkan anak mereka ke sekolah yang kami maksudkan," pungkasnya.
Ia menambahkan hasil pertemuan itu, bakal dilaporkan ke bupati, sehingga nantinya pihak Dikbud tidak disalahkan "Kami sudah cukup mencari solusi tapi dari pihak orang tua murid menolak sebab itu masalah ini akan kami sampikan ke bupati," tuturnya.
Sementara ditantang oleh salah satu orang tua murid Pambers Yai, mengatkan pihaknya tetap menolak rencana penggabungan SDN 5 Halut ke sekolah lain, " intinya kami warga lingkungan Mawar dan orang tua murid menolak rencana penggabungan sekolah," tegasnya.
Ia menambahkan meski SDN 5 Halut yang bangunannya hanya menggunakan papan tapi ia dan orang tua murid lain tetap ngotot untuk menyekolahkan anak mereka di SDN 5 Halut."Kami tetap menyekolahkan anak kami di tempat ini, meskipun dengan fasilitas sekolah seadanya," katanya.
Menurutnya, warga lingkungan Mawar tetap membanguan ruang kelas baru, di tanah milik PTPN, karena menurut warga bangunan pemerintah seperti SMA Binsus dan SMK Perikanan bahkan kantor bupati yang dibangun di tanah milik PTPN tapi tidak dilarang, " ini cuma alasan saja untuk rrncana penggabungan sekolah," katanya.
Senada dengan Ketua RT 17 Desa Waru Corneles Yai menambahkan jumlah kepala keluarga yang ada di lingkungan Mawar sebanyak 76 KK, dan anak-anak mereka di sekolahkan di SDN 5 Halut semenjak sekolah tersebut di operasikan, " meski SDN 5 Halut yang bangunannya berdinding papan namun sudah ter akreditasi B dari tahun 2017, bahkan siswanya berprestasi lulusan masuk tiga besar di se Halut," tambahnya.
Untuk diketahui, SD negeri 5 Halut dibangun tahun 2015 hingga sekarang siswanya telah mencapai 56 orang, bahkan orang tua murid dan warga bergotong royong membangun satu lokal ruang kelas baru, yang anggarannya didapat dari hasil swadaya orang tua murid dan warga. Sekolah mulai tahun 2015, tutupnya **(kb)
