Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Wagub Rivai Umar Merasakan Kondisi Intimidasi Warga PSU di Sula

TERNATE, Koranmalut.Com, - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara unt...

TERNATE, Koranmalut.Com, - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara untuk melakukan pemungutan suara ulang di enam desa Halut-Halbar dan Kecamatan Sanana dan Taliabu Barat. Hal ini dilakukan, karena MK menilai ada pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada di TPS tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Rivai Umar, kepada awak media melalui konferensi Pers, sore tadi. Di kediaman AHM, Kelurahan Tanah Raja, Ternate Tengah, Kota Ternate. Sabtu (20/10/2018).

Calon wakil Gubernur berpasangan dengan Calon  Gubernur Ahmad Hidayat Mus serta diusung Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Itupun mempersoalkan terkait adanya dugaan  Money Politik yang dilakukan oleh pasangan AGK-YA.

"Nah dalam proses itu, ketika kami mengikuti bersama dengan tim yang ada di kecamatan bersangkutan dan sampai pada hari pencoblosan ternyata proses itu berjalan sangat tidak adil, sebab AGK telah melakukan Money Politik. Selian itu, dalam Money Politik setiap orang ada yang menerima tiga kali, yang pertama diberikan dulu sekian, kemudian menjelang pencoblosan diberikan kembali,"kata Rivai.

Dengan adanya persoalan ini, kata calon wakil Gubernur, apa yang sungguh ia rasakan sama halnya dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah PSU.

mereka merasakan intimidasi yang luar biasa. Sehingga mereka pada ketakutan. ya situasinya seperti yang dulu kita alami. Lalu money politik yang juga telah kita ketahui, dimana AGK datang serta di dampingi Pak Kapolda, dimana Kapolda duduk di luar AGK masuk ke salah satu warga, saat berada didalam Pak Gubernur menghitung uang kemudian memberikan kepada salah satu warga, dan ini saat menjelang pencoblosan. Inilah yang mereka lakukan.

Dan berikut lagi, Bupati Kepulauan Sula, memanggil pejabatnya lalu menginformasihkan kalau dirinya ditekan. Tidak tau juga siapa yang menekan, karena itu Sudara Sudara harus membantu saya untuk harus tetap menang bila perlu jual rumah kalian dulu dan sampai pada batas waktu tertentu ada tiga orang pejabat yang tidak memenuhi itu maka dipecat dinonjobkan dan mungkin hari Senin ini pergantian besar besaran ini membuat orang ketakutan. Jadi bandar benar AGK-YA ini mencederai Demokrasi, karena dengan kekuatan aparat. Selain itu, tidak ada masalah keamanan di kota Sanana, andaikan tidak ada Polisipun pemilihan akan berjalan lancar.

Dan meskipun itu betapa mereka lakukan AHM-RIVAI, dan hasilnya tipis, tapi AHM-RIVAI tetap menang juga di Taliabu, nah dan ini akan kami upayakan biyarlah mereka nyatakan menang dalam pertarungan ini, tapi kan kita masih mengunakan jalur hukum ini untuk memprotes dan mengugat apa yang mereka telah lakukan.tutupnya.**(fab)