Suasana Aksi Didepan Kampus UMMU TERNATE, Koranmalut.Com - Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Selasa, (30/1...
![]() |
| Suasana Aksi Didepan Kampus UMMU |
Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Pergerakan Mahasiswa Suara Demokrasi Muhammadiyah (APMSDM), memintah pihak kampus segera mencabut SK Skorsing dan Edaran Rektor yang dinilai mendiskriminatif mahasiswa.
Tak hanya itu, Massa aksi juga memintah pihak Rektorat agar memecat para Dosen yang sudah terdaftar dalam bursa calon legislatif 2019.
Aksi di yang di warnai dengan pembakaran ban mobil bekas, sempat terjadi kontak fisik antara massa aksi dan pihak keamanan kampus.
Demonstarsi yang berlansung sekitar 6 jam lamanya, kemudiaan di tanggapi pihak kampus dan melakukan hearing terbuka, anatara massa aksi dan Rektor beserta jajaranya yang berlansung di lingkungan kampus.
Rektor UMMU Saiful Deni, dalam menanggapi berbagai tuntutan yang di suarakan massa aksi, pihaknya hanya menyoroti soal SK Skorsing dan tidak melebar kemana-mana.
Orang nomor satu di UMMU ini menegaskan, SK skorsing yang di suarakan mahasiswa sebetulnya belum di putuskan " tidak ada SK Skorsing sampai sekarang, blm ada SK Skorsing, " tegas Rektor
Lanjutnya menjelaskan, bahwa SK Skorsing di maksudkan massa aksi tersebut, masi bersifat rekomendasi yang di keluarkan Komdis, nanti disampaikan ke Prodi dan pihak Dekan, kemudiaan akan dirapatkan di Senat barulah di putuskan.
" sampai sekarang tidak ada SK Skorsing, saya pikir adik-adik (Mahasiswa) juga suda keterlaluan, " kesal Rektor
" saya tidak akan panjang lebar karna tuntutan dari awal sampai akhir, hanya masalah skorsing mahasiswa, tidak melebar kemana-mana. Itu kami melihat selama ini, " tutupnya.**(Ial)
