TERNATE, Koranmalut.Com - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6.4 SR menguncang Kota Ternate. Provinsi Maluku Utara (Malut) Senin (16/...
Berdasarkan data dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ternate menunjukkan bahwa kekuatan 6.4 SR, pusat gempa 1.41 LU-126.81BT dengan kedalaman 10 Km dengan pusat gempa dilaut Maluku 87 Km Barat laut Jailolo -Malut. Tidak berpotensi stunami .
Gempa tersebut Dirasakan dibitung pada skala II SIG -BMKG (III-IV MMI), tondano dan Tidore pada skala II SIG -BMKG (III MMI). Ternate, Halmahera Barat II SIG-BMKG (III-IV MMI). Hal ini disampaikan Kepala BMKG Ternate Kustoro Hariyatmoko, S.Si, Kepada media ini.Senin (16/4/2018).
Sementara data dari BMKG pusat menunjukan bahwa gempa bumi berkekuatan M-6,0 terjadi dengan kordinat episenter pada 1,36 LU dan 126,86 BT atau tepatnya berlokasi dilaut pada jarak 80 km arah barat laut Kabupaten Halbar Provinsi Malut pada kedalaman 53 km .
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh modeling peta tingkat guncangan BMKG bahwa gempa bumi berupa guncangan dirasakan di daerah Bitung pada skala II SIG-BMKG (III-IV MMI) dan Bitung I-II SIG BMKG (II-III MMI) .Hasil pomedalan stunami yang dilakukan BMKG bahwa gempa ini tidak berpotensi stunami.
"Jika ditinjau kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi diduga akibat adanya penyesaran pada lempeng laut Maluku. Berdasarkan analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini di picu aktivitas sesar mendaftar," katanya.
"Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab kebenaran nya," kata Kepala Pusat gempa bumi dan Stunami BMKG Moch Riyadi
(Lila)
TERNATE, Koranmalut.Com - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6.4 SR menguncang Kota Ternate. Provinsi Maluku Utara (Malut) Senin (16/4/2018) sekitar pukul 04.30:42 Wit.
Berdasarkan data dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ternate menunjukkan bahwa kekuatan 6.4 SR, pusat gempa 1.41 LU-126.81BT dengan kedalaman 10 Km dengan pusat gempa dilaut Maluku 87 Km Barat laut Jailolo -Malut. Tidak berpotensi stunami .
Gempa tersebut Dirasakan dibitung pada skala II SIG -BMKG (III-IV MMI), tondano dan Tidore pada skala II SIG -BMKG (III MMI). Ternate, Halmahera Barat II SIG-BMKG (III-IV MMI). Hal ini disampaikan Kepala BMKG Ternate Kustoro Hariyatmoko, S.Si, Kepada media ini.Senin (16/4/2018).
Sementara data dari BMKG pusat menunjukan bahwa gempa bumi berkekuatan M-6,0 terjadi dengan kordinat episenter pada 1,36 LU dan 126,86 BT atau tepatnya berlokasi dilaut pada jarak 80 km arah barat laut Kabupaten Halbar Provinsi Malut pada kedalaman 53 km .
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh modeling peta tingkat guncangan BMKG bahwa gempa bumi berupa guncangan dirasakan di daerah Bitung pada skala II SIG-BMKG (III-IV MMI) dan Bitung I-II SIG BMKG (II-III MMI) .Hasil pomedalan stunami yang dilakukan BMKG bahwa gempa ini tidak berpotensi stunami.
"Jika ditinjau kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi diduga akibat adanya penyesaran pada lempeng laut Maluku. Berdasarkan analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini di picu aktivitas sesar mendaftar," katanya.
"Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab kebenaran nya," kata Kepala Pusat gempa bumi dan Stunami BMKG Moch Riyadi .Tutupnya.**(Lila)
