Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Musda Golkar Tenrnate Berlangsung, Golkar Malut Ambil Alih, Menunggu Keputusan DPD

KoranMalut.Co.Id – Persaingan memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII tidak sekadar...


KoranMalut.Co.Id – Persaingan memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII tidak sekadar menjadi pertarungan antara bakal calon Ardian Idham dan Makmur Gamgulu. 

Kontestasi ini juga menjadi ujian bagi masa depan konsolidasi internal dan soliditas kader partai berlambang pohon beringin tersebut.

Musda yang berlangsung di Ballroom Hotel Bela, Kota Ternate, Senin (12/10/2026), terpaksa diskorsing hingga 22 Oktober 2026. Penundaan dilakukan setelah muncul persoalan rekomendasi dukungan ganda yang membutuhkan verifikasi lebih lanjut oleh DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara.

Situasi ini membuat penentuan ketua definitif belum dapat dilakukan. Kedua bakal calon kini harus menunggu hasil pemeriksaan keabsahan dukungan sebelum tahapan Musda kembali dilanjutkan.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Ardian Idham tetap menyatakan optimisme untuk memenangkan kontestasi. Ia mengaku menghormati mekanisme dan keputusan organisasi terkait kelanjutan Musda.

“Apa pun itu, saya tetap optimistis menjadi pemenang sebagai Ketua DPD Partai Golkar,” ujar Ardian usai pelaksanaan Musda.

Ardian juga menegaskan bahwa rekomendasi dukungan yang dimilikinya sah karena telah melalui proses konsultasi dan penandatanganan dokumen pada 3 Oktober 2026.

“Saya tetap yakin rekomendasi saya yang sah,” katanya.

Sementara itu, tim pemenangan Ardian melalui Liaison Officer (LO), Bongso Hi. Arahman, menyatakan tetap mengawal 10 rekomendasi dukungan yang telah dikantongi hingga ada keputusan resmi dari DPD Golkar Maluku Utara.

Menurut Bongso, apabila Ardian terpilih sebagai ketua, konsolidasi internal akan menjadi salah satu prioritas utama. Penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dinilai penting untuk menjaga soliditas kader sekaligus memastikan mesin partai berjalan efektif.

Konsolidasi Jadi Tantangan Ketua Terpilih

Pernyataan tim pemenangan Ardian tersebut memperlihatkan bahwa agenda pasca-Musda akan menjadi pekerjaan penting bagi siapa pun yang nantinya terpilih memimpin Golkar Kota Ternate.

Kepemimpinan di tingkat daerah tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan memenangkan kontestasi internal, tetapi juga oleh kemampuan menyatukan kader dan menjaga efektivitas organisasi setelah persaingan berakhir.

Dalam situasi Musda yang diwarnai perbedaan klaim dukungan, proses konsolidasi berpotensi menjadi tantangan tersendiri. Ketua terpilih nantinya perlu memastikan dinamika selama pemilihan tidak berkembang menjadi persoalan berkepanjangan yang menghambat kerja-kerja partai.

Penguatan kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan juga menjadi aspek strategis. Struktur partai yang solid dapat membantu memperkuat komunikasi dengan kader di tingkat bawah, menjaga koordinasi organisasi, serta mendukung pelaksanaan agenda politik Golkar di Kota Ternate.

Namun, agenda tersebut baru dapat berjalan secara optimal setelah proses Musda diselesaikan dan kepemimpinan baru ditetapkan sesuai mekanisme organisasi.

DPD I Verifikasi Dukungan Ardian dan Makmur

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Arifin Jafar, sebelumnya menjelaskan bahwa pengambilalihan tahapan Musda dilakukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan sesuai ketentuan internal partai.

Menurut Arifin, terdapat dua bakal calon yang memenuhi persyaratan dukungan minimal 30 persen dari total 14 pemilik hak suara, yakni Ardian Idham dan Makmur Gamgulu.

Namun, adanya rekomendasi ganda membuat keabsahan dukungan perlu diperiksa kembali. DPD Golkar Maluku Utara akan meminta penegasan dari para pemilik hak suara mengenai dukungan yang mereka berikan kepada masing-masing bakal calon.

“Karena terdapat rekomendasi ganda, maka proses verifikasi akan dilakukan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara dan akan diumumkan pada 22 Oktober nanti,” jelas Arifin.

Ia juga menyebutkan bahwa proses verifikasi berpotensi memengaruhi jumlah pemilik hak suara yang dinyatakan sah. Jika terdapat pemilik suara yang tidak dapat menentukan pilihan sesuai ketentuan, suaranya dapat dinyatakan gugur berdasarkan mekanisme yang berlaku.

Karena itu, hasil verifikasi DPD I akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan Musda dan peta persaingan kedua bakal calon.

Menanti Kepemimpinan yang Mampu Menyatukan Kader

Penundaan Musda hingga 22 Oktober mendatang menempatkan Golkar Kota Ternate pada fase penentuan. Selain menunggu kepastian mengenai keabsahan rekomendasi, partai juga menghadapi tantangan menjaga soliditas kader di tengah persaingan internal.

Bagi Ardian maupun Makmur, kemenangan dalam Musda nantinya bukanlah akhir dari kontestasi. Tantangan berikutnya adalah membangun kepemimpinan yang mampu merangkul kader, memperkuat struktur organisasi, dan memastikan seluruh elemen partai bergerak dalam satu arah.

Keputusan DPD Golkar Maluku Utara akan menentukan tahapan selanjutnya. Namun, keberhasilan konsolidasi setelah Musda akan menjadi salah satu ukuran penting bagi kepemimpinan baru dalam menjaga kekuatan Golkar di Kota Ternate.

Musda pun bukan hanya soal siapa yang berhasil menduduki kursi ketua, melainkan juga bagaimana partai mengakhiri persaingan internal dan kembali memusatkan perhatian pada penguatan organisasi serta kerja politik di tengah masyarakat.**(red).

Musda Golkar Tenrnate Berlangsung, Golkar Malut Ambil Alih, Menunggu Keputusan DPD

Tidak ada komentar