Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Wisata Kuliner di Bido Terbengkalai. Petugas Kebersihan Sebut Pemda Banyak Janhi

KoranMalut.Co.Id — Kondisi destinasi wisata kuliner Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, kembali menyitah perhatian...


KoranMalut.Co.Id —
Kondisi destinasi wisata kuliner Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, kembali menyitah perhatian publik. Sejumlah pondok wisata di kawasan tersebut terlihat mengalami kerusakan, bahkan beberapa bagian hanya ditopang menggunakan tali agar tetap berdiri.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai perhatian Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terhadap keberlanjutan pengelolaan destinasi wisata yang menjadi bagian dari fasilitas publik dan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Marin, petugas kebersihan di kawasan wisata kuliner Desa Bido, saat ditemui koranmalut.co.id pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIT.

Marin mengaku telah menjaga kawasan tersebut selama kurang lebih empat tahun. Ia mengatakan, sejak masa almarhum Benny Laos hingga saat ini, dirinya tetap menjalankan tugas menjaga dan membersihkan kawasan wisata tersebut.

“Saya sudah lama di sini. Semenjak almarhum Benny Laos masih ada sampai sekarang, saya tetap menjaga tempat ini. Yang saya jaga di sini sudah sekitar empat tahun,” ujar Marin.

Menurut Marin, kerusakan fasilitas bukan persoalan baru. Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah dan dinas pariwisata, namun perbaikan belum juga dilakukan secara menyeluruh.

Marin menilai pemerintah daerah harus memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh destinasi wisata yang berada di Kabupaten Pulau Morotai. Menurutnya, kawasan wisata kuliner Desa Bido merupakan fasilitas pemerintah sehingga semestinya mendapatkan pemeliharaan secara berkala.

“Kalau memang ada yang rusak, secepatnya diperbaiki supaya jangan bertambah rusak,” ujarnya.

Ia mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi kawasan tersebut. Marin berharap dinas pariwisata tidak hanya fokus gonga ganti  kepala dinas, tetapi harus fokus kerja nyata minimal lakukan  pengawasan dan pemeliharaan destinasi wisata secara rutin.

Ia juga meminta Dinas Pariwisata segera turun monitoring terhadap destinasi wisata di Morotai, termasuk memastikan fasilitas yang telah dibangun pemerintah tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Ini milik pemerintah, bukan milik pribadi. Kalau memang milik pemerintah, seharusnya ada perhatian untuk menjaga dan memperbaikinya,” kata Marin.

Selain kondisi fasilitas, Marin turut mengungkapkan persoalan yang berkaitan dengan dirinya sebagai petugas yang selama ini menjaga kawasan wisata tersebut.

Ia mengaku selama sekitar empat tahun menjalankan tugas, dirinya belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah maupun pemerintah desa, termasuk terkait honor atau upah.

“Selama empat tahun saya tidak pernah dibantu oleh pemerintah, termasuk dari desa, apalgi dinas pariwisata. Walaupun orang bilang ini milik pemerintah atau milik daerah, tetapi masyarakat juga harus diperhatikan,” ungkapnya.

Marin menegaskan dirinya tetap menjalankan tugas karena merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawasan tersebut.

“Saya hanya menjalankan amanah yang dipercayakan kepada saya. Jadi apa yang bisa saya jaga, tetap saya jaga. Tetapi pemerintah juga harus memperhatikan kondisi kami,” ujarnya.

Marin mengaku telah menyampaikan persoalan kerusakan tersebut dalam beberapa kesempatan, termasuk ketika bupati Rusli sibua meresmikan gereja di desa bido.

“Sudah berulang-ulang saya sampaikan. Terakhir juga sudah saya laporkan. Ketika Ibu Gubernur turun, saya juga sudah menyampaikan kondisi ini,” katanya.

Menurutnya, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut justru berpotensi membuat biaya penanganan semakin besar. Karena itu, pemerintah diminta segera melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah perbaikan.

Marin berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat destinasi wisata dari sisi potensi kunjungan, tetapi juga memastikan fasilitas pendukungnya aman, layak dan terawat.

Kondisi wisata kuliner Desa Bido kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata. Perbaikan fasilitas dan kejelasan pengelolaan dinilai penting agar kawasan tersebut tidak semakin terabaikan dan potensi wisata serta ekonomi masyarakat sekitar tidak ikut terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai terkait kondisi fasilitas wisata kuliner Desa Bido, termasuk rencana perbaikan maupun pengawasan terhadap destinasi tersebut._(fhm)


Tidak ada komentar