Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Ratusan Petani Kelapa Nyatakan Dukungan Program Hilirisasi Kelapa Pemkab Halmahera Utara

KoranMalut.Co.Id — Ratusan petani kelapa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Petani Kelapa Halmahera Utara (AMPPK-HALUT) menggel...


KoranMalut.Co.Id —
Ratusan petani kelapa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Petani Kelapa Halmahera Utara (AMPPK-HALUT) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (28/9/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan para petani terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan DPRD Halmahera Utara dalam menjalankan kebijakan serta program hilirisasi kelapa di daerah.

Dalam aksi tersebut, massa menyatakan sikap mendukung program hilirisasi kelapa sekaligus Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025.

Koordinator aksi, Hein Rajawange, dalam orasinya menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan nyata masyarakat, khususnya petani kelapa, terhadap program hilirisasi yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

“Kami Aliansi Masyarakat Peduli Petani Kelapa Halmahera Utara datang untuk bersama pemerintah mendukung program hilirisasi kelapa di Kabupaten Halmahera Utara. Kami yang hadir ini murni petani kelapa yang merasakan dampak positif dari program hilirisasi kelapa,” ujar Hein.

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua yang menemui para petani kelapa menjelaskan sejumlah perkembangan terkait pelaksanaan program hilirisasi kelapa di Kabupaten Halmahera Utara.

Menurut Piet, masyarakat perlu melihat perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah program hilirisasi kelapa berjalan, terutama dalam hal persaingan harga di tingkat pasar.

“Toràng harus melihat dengan baik bahwa sebelum dan sesudah program hilirisasi kelapa ada banyak perubahan. Dengan adanya kompetitor, salah satunya industri, maka terjadi persaingan harga,” jelas Piet.

Ia menjelaskan, keberadaan kompetitor dalam penyerapan hasil kelapa turut meningkatkan persaingan di pasar. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dilihat melalui perbandingan harga kopra sebelum dan setelah program hilirisasi berjalan.

“Kita coba bandingkan harga kopra sebelum hilirisasi dan sesudah hilirisasi, terdapat angka yang jauh berbeda,” ungkapnya.

Piet juga menyampaikan bahwa petani memiliki pilihan dalam mengelola hasil kelapa apabila harga kelapa dinilai berada di bawah standar.

“Kalau petani kelapa merasa harga kelapa di bawah standar, lebih baik kelapa itu dibuat kopra, karena harga kopra saat ini sedang ada baik-baiknya. Saya juga punya pohon kelapa, tetapi kelapanya saya bikin kopra dan tempurungnya dijadikan arang,” kata Piet.

Aksi damai tersebut berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus dukungan petani kelapa terhadap kebijakan hilirisasi yang tengah dijalankan di Kabupaten Halmahera Utara.

Para petani berharap program hilirisasi kelapa dapat terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai ekonomi komoditas kelapa serta kesejahteraan petani di Kabupaten Halmahera Utara.**(red/obi)


Tidak ada komentar