Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

DPRD Malut Desak Pemprov Lunasi Utang Obat di RSUD Chasan Bosoeirie

KoranMalut.Co.Id – Pimpinan DPRD Provinsi Maluku Utara menyoroti sejumlah kebutuhan mendesak RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, mulai da...


KoranMalut.Co.Id –
Pimpinan DPRD Provinsi Maluku Utara menyoroti sejumlah kebutuhan mendesak RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, mulai dari keterbatasan genset, utang obat sekitar Rp6 miliar, hingga kebutuhan modernisasi sejumlah fasilitas rumah sakit.

Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Iqbal Ruray bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta Sekretaris DPRD menemui Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, beserta jajaran wakil direktur. Pertemuan tersebut membahas kondisi pelayanan sekaligus kebutuhan rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Selain membahas kebutuhan dasar rumah sakit, DPRD turut mengapresiasi perkembangan layanan kesehatan jantung di RSUD Chasan Boesoirie, terutama setelah Gubernur Maluku Utara meresmikan Gedung Jantung Terpadu pada 28 Agustus 2026.

“Yang paling utama tentu kita melihat perkembangan pelayanan kesehatan di RSUD Chasan Boesoirie. Kita mengapresiasi pelayanan jantung yang sudah berjalan, termasuk tindakan pemasangan ring jantung. Ke depan, kita mendorong agar operasi jantung bisa segera dilaksanakan,” kata Iqbal.

RSUD Chasan Boesoirie mulai menggunakan Gedung Jantung Terpadu pada 1 September 2026. Manajemen rumah sakit kini memusatkan seluruh alur pelayanan jantung dalam satu gedung, mulai dari layanan poliklinik hingga tindakan medis.

Rumah sakit juga telah melaksanakan *proctorship catlab* berupa tindakan pemasangan ring jantung dalam rangkaian pengembangan layanan tersebut.

Manajemen RSUD menargetkan pelaksanaan bedah jantung terbuka pada November 2026. Rumah sakit mendapat dukungan pengampuan dari RS Harapan Kita, RSCM, dan Rumah Sakit Suto untuk mengembangkan layanan tersebut.

“Kita berharap target operasi jantung pada November bisa terealisasi. Dengan begitu, masyarakat Maluku Utara tidak lagi harus keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan jantung yang selama ini membutuhkan rujukan,” ujar Iqbal.

DPRD juga meminta manajemen RSUD meningkatkan kualitas pelayanan hemodialisis atau cuci darah. Iqbal menilai layanan tersebut memiliki peran penting karena masyarakat membutuhkan perawatan secara rutin.

Di sisi lain, DPRD menemukan kebutuhan mendesak pada infrastruktur penunjang rumah sakit. Salah satunya menyangkut keterbatasan unit genset yang tersedia saat ini.

Iqbal mengatakan DPRD akan membahas kebutuhan pengadaan genset baru bersama Gubernur Maluku Utara dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) atau Sekretaris Daerah. DPRD mendorong pemerintah mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui APBD Perubahan.

“Genset menjadi kebutuhan yang sangat penting karena rumah sakit harus memastikan pelayanan tetap berjalan ketika terjadi gangguan listrik. Kami akan membicarakan percepatan pengadaan genset ini bersama Gubernur dan TAPD agar bisa diakomodasi dalam APBD Perubahan,” katanya.

DPRD juga menyoroti utang obat bawaan sejak 2022 kepada Perusahaan Besar Farmasi (PBF). Manajemen RSUD masih memiliki kewajiban sekitar Rp6 miliar yang penyelesaiannya membutuhkan dukungan APBD.

Iqbal mengatakan DPRD akan membahas skema pembayaran utang tersebut bersama TAPD. DPRD mendorong pemerintah menyelesaikan kewajiban itu secara bertahap melalui APBD Perubahan dan APBD berikutnya.

“Utang obat ini harus kita selesaikan. Nilainya masih sekitar Rp6 miliar dan menjadi kewajiban yang harus dibiayai melalui APBD. Kami akan mencari skema penyelesaian secara bertahap bersama TAPD,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, dr. Rosita Alkatiri, mengatakan manajemen terus menyiapkan fasilitas, peralatan medis, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan jantung terpadu.

“Mulai 1 September, pelayanan jantung sudah kami integrasikan dalam satu gedung. Kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan, termasuk tenaga kesehatan, peralatan, dan fasilitas untuk pengembangan layanan bedah jantung,” kata Rosita.

Menurut Rosita, pengembangan layanan jantung tersebut membutuhkan kesiapan fasilitas dan dukungan berbagai pihak. Ia berharap pengembangan layanan berjalan sesuai target sehingga pasien dari Maluku Utara tidak perlu lagi menjalani rujukan ke luar daerah.

“Kami berharap pengembangan layanan ini bisa berjalan sesuai target sehingga ke depan pasien jantung dari Maluku Utara tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” ujarnya.

Selain pengembangan layanan medis, Rosita menyampaikan rencana modernisasi infrastruktur rumah sakit. Manajemen berencana membangun gedung baru di sisi timur rumah sakit yang saat ini memiliki bangunan lama dengan kondisi yang sudah kurang memadai.

Rosita mengatakan manajemen sedang menjalankan proses pemusnahan aset gedung lama sebelum membongkar bangunan tersebut dan membangun fasilitas baru di lokasi yang sama.

“Gedung di sisi timur ini sudah cukup tua sehingga membutuhkan pembenahan secara menyeluruh. Kami sedang melakukan proses pemusnahan aset terlebih dahulu, setelah itu kami akan membongkar bangunan lama dan menyiapkan pembangunan gedung baru,” jelas Rosita.

Rencana pembangunan tersebut sekaligus menjadi langkah manajemen mengatasi keterbatasan lahan untuk pengembangan fasilitas rumah sakit. Sementara itu, rumah sakit masih memanfaatkan secara penuh gedung di bagian barat yang berdiri pada rentang 2018–2019.

Rosita berharap DPRD dan pemerintah daerah memberikan dukungan agar rencana modernisasi infrastruktur tersebut dapat terealisasi.

“Kami tentu membutuhkan dukungan dari DPRD dan pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur ini. Kami ingin memastikan fasilitas rumah sakit terus berkembang sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” katanya.

Manajemen RSUD Chasan Boesoirie juga memastikan proses pengembangan fasilitas tidak mengganggu pelayanan yang sedang berjalan. Rumah sakit tetap menjalankan seluruh layanan bagi pasien selama proses pembenahan infrastruktur berlangsung.

“Kami tetap menjaga agar seluruh fasilitas dan pelayanan pasien berjalan lancar. Pengembangan maupun pembenahan gedung tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rosita.

DPRD Provinsi Maluku Utara menyatakan akan terus mengawal kebutuhan dasar RSUD Chasan Boesoirie. DPRD ingin memastikan peningkatan fasilitas, pengembangan layanan unggulan, dan penyelesaian persoalan anggaran berjalan seiring dengan kemampuan keuangan daerah.

Pengawasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DPRD memperluas akses masyarakat Maluku Utara terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus bergantung pada rujukan ke luar daerah.^^(red).

Tidak ada komentar