KoranMalut.Co.id — Objek Wisata Tanjung Gorango yang terletak di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utar...
KoranMalut.Co.id — Objek Wisata Tanjung Gorango yang terletak di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Destinasi wisata yang seharusnya menjadi salah satu aset andalan daerah tersebut tampak tak terurus, mengalami kerusakan fasilitas, hingga diduga menjadi kawasan penambatan kapal-kapal dari luar daerah tanpa pengawasan ketat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis 13 Agustus 2026, sejumlah fasilitas penunjang dan bangunan fisik yang sebelumnya dibangun di area wisata tersebut kini roboh dan terbengkalai. Tak hanya itu, kawasan pesisir pantai terus mengalami abrasi parah, sementara papan penanda lokasi wisata mulai dikelilingi semak belukar serta rumput liar yang tak kunjung dibersihkan.
Kondisi objek wisata yang semakin tidak terawat ini diperparah dengan kerap dijadikannya perairan pesisir Tanjung Gorango sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal penangkap ikan yang berasal dari luar Maluku Utara, seperti dari Bitung.
Kurangnya koordinasi dan pengawasan yang efektif antara Pemerintah Kecamatan Morotai Utara dan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, menjadi penyebab utama area pariwisata ini luput dari perhatian resmi.
"Kami sangat menyayangkan kondisi Tanjung Gorango saat ini. Dulu dibangun fasilitas, tapi sekarang semuanya roboh dan ditutupi rumput liar. Pantai juga makin terkikis abrasi karena sama sekali tidak ada perawatan dari dinas terkait," ujar salah seorang warga lokal yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut juga menambahkan kekecewaannya terkait maraknya aktivitas kapal luar di kawasan tersebut:
"Tempat ini kan objek wisata pantai, tapi sekarang malah sering jadi tempat buang jangkar kapal-kapal besar dari luar Morotai, seperti kapal Bitung. Pengawasannya sangat lemah. Kinerja Kepala Dinas Pariwisata benar-benar kami pertanyakan, seolah-olah tutup mata dan tidak ada perhatian sama sekali untuk pengembangan pariwisata di Morotai Utara ini."
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai segera mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pariwisata serta memperketat pengawasan lalu lintas wilayah perairan pesisir bersama instansi terkait.
Warga mendesak adanya pembenahan infrastruktur secara menyeluruh dan penataan ulang kawasan Tanjung Gorango agar fungsi utamanya sebagai objek wisata daerah dapat dikembalikan dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. (red**/tim)
Tidak ada komentar