Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

PWK UNUTARA Perkuat Jejaring Akademik Nasional melalui RTA dan Workshop ASPI 2026

KoranMalut.Co.Id – Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) kembali menun...

KoranMalut.Co.Id – Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan mutu pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif pada Rapat Tahunan Anggota (RTA) dan Workshop Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) Tahun 2026 yang berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ASPI Pusat bekerja sama dengan Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Forum tahunan tersebut dihadiri oleh pengelola Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)/Planologi jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung sebagai anggota ASPI. Selain menjadi agenda rutin organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pendidikan perencanaan, serta membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan wilayah dan perkotaan yang semakin kompleks.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara mengutus dua perwakilan, yakni Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ibrahim Husni, ST., MSP, dan Ketua Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Safrudin S. Manyila, ST., MSP. Kehadiran delegasi UNUTARA mencerminkan keseriusan institusi dalam mengikuti perkembangan pendidikan tinggi bidang perencanaan sekaligus memperkuat eksistensi program studi pada tingkat nasional.

Rapat Tahunan Anggota ASPI membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi program kerja, penerimaan anggota baru, penguatan kelembagaan asosiasi, hingga perumusan arah pengembangan pendidikan PWK/Planologi di Indonesia. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman antarpengelola program studi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, workshop yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah akademisi, praktisi, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu perencanaan wilayah dan kota. Berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, antara lain implementasi Outcome Based Education (OBE), pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, transformasi pendidikan tinggi di era digital, penguatan kompetensi lulusan, serta peningkatan kolaborasi akademik antarperguruan tinggi.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dalam workshop tersebut adalah pembahasan mengenai perkembangan sistem akreditasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota/Planologi pada jenjang S1, S2, dan S3 melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Desain, Perencanaan, dan Lingkungan Arsitektur (LAMDEPILAR). Para peserta memperoleh pemahaman terkait kebijakan terbaru, instrumen akreditasi, mekanisme asesmen lapangan, indikator penilaian, hingga strategi peningkatan mutu program studi untuk memenuhi standar yang ditetapkan.

Pembahasan mengenai LAMDEPILAR dinilai sangat penting karena akreditasi merupakan instrumen utama dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Melalui akreditasi yang berkualitas, program studi tidak hanya mampu meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga memperkuat daya saing lulusan serta meningkatkan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNUTARA, Ibrahim Husni, ST., MSP, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum ASPI memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan Program Studi PWK UNUTARA.

"Kegiatan ini memberikan banyak wawasan dan pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan Program Studi PWK UNUTARA. Selain memperluas jejaring akademik, forum ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai materi yang disampaikan, termasuk terkait akreditasi LAMDEPILAR, akan menjadi referensi penting dalam upaya peningkatan mutu program studi di lingkungan UNUTARA," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UNUTARA, Safrudin S. Manyila, ST., MSP, menegaskan bahwa ASPI memiliki peran penting sebagai wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas program studi PWK/Planologi di Indonesia.

"Melalui kegiatan ini, kami memperoleh berbagai informasi dan perkembangan terbaru terkait kebijakan pendidikan tinggi, standar mutu program studi, pengembangan kurikulum, serta sistem akreditasi yang akan menjadi acuan bagi program studi PWK di seluruh Indonesia. Forum ASPI juga memberikan kesempatan bagi kami untuk memperluas jaringan kerja sama akademik dan memperkuat peran PWK UNUTARA dalam pengembangan ilmu perencanaan wilayah dan kota, khususnya pada kawasan pesisir, kepulauan, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," jelasnya.

Selain membahas aspek akademik dan kelembagaan, forum ASPI 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Perguruan tinggi didorong untuk terus menghasilkan inovasi, riset, dan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan, mulai dari urbanisasi, perubahan iklim, pengelolaan kawasan pesisir, hingga pengembangan wilayah kepulauan.

Partisipasi PWK UNUTARA dalam RTA dan Workshop ASPI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi program studi dalam jejaring pendidikan perencanaan wilayah dan kota tingkat nasional. Sebagai program studi yang memiliki fokus pada pengembangan wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan 3T, PWK UNUTARA terus berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi guna mendukung peningkatan kualitas akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.

Melalui keikutsertaan aktif dalam forum nasional ini, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat kerja sama akademik, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan di Indonesia.**

Tidak ada komentar