Ternate, KoranMalut.Co.Id – Forum Pemuda Pelajar Gamlamo (FPPG) secara tegas menyoroti lambannya realisasi janji Pemerintah Provinsi Maluku ...
Ketua Umum FPPG, Gunawan, S.T.P, mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret 2026, belum terlihat adanya progres nyata dari rencana normalisasi kali yang sebelumnya dijanjikan pasca banjir besar yang melanda pada April 2025 di Kelurahan Jambula, Kastela, dan Rua.
“Sejauh ini kami hanya mendapatkan informasi bahwa telah dilakukan pengukuran untuk rencana pembangunan Shabo DAM. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaan fisik yang dimulai,” ujar Gunawan.
Menurutnya, kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang hingga kini masih dihantui potensi banjir susulan, terutama saat musim hujan tiba. FPPG menilai, lambannya realisasi program ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan dan keamanan warga terdampak.
Selain itu, FPPG juga menyoroti janji Sekretaris Kota (SEKKOT) Ternate terkait bantuan nelayan di Kelurahan Jambula sebanyak 20 unit yang hingga saat ini belum juga terealisasi.
“Janji bantuan nelayan tersebut sampai hari ini tidak jelas realisasinya. Ini sangat merugikan masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” tegasnya.
Gunawan menambahkan bahwa informasi yang dihimpun pihaknya berasal langsung dari warga terdampak banjir di Kelurahan Jambula, Kastela, dan Rua, serta para nelayan di Kelurahan Jambula.
Atas dasar itu, FPPG mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, dan BWS Maluku Utara untuk segera memberikan kejelasan serta mempercepat realisasi program yang telah dijanjikan.
“Jangan biarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian. Kami meminta langkah konkret dan bukan sekadar wacana. Jika ini terus diabaikan, maka kami akan mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk tekanan terhadap pihak-pihak terkait,” tutup Gunawan.**(tar).

Tidak ada komentar