Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Pembangunan Talud Penahan Ombak Belum Kelar, PUPR Morotai Janji Selesaikan 100 %

MOROTAI, KoranMalut.Co.Id - Diketahui, kontrak sampai september 2021 Pembangunan Proyek Talud Penahan Ombak Desa Maba Kecamatan Morotai Uta...


MOROTAI, KoranMalut.Co.Id - Diketahui, kontrak sampai september 2021 Pembangunan Proyek Talud Penahan Ombak Desa Maba Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai belum  Kelar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Morotai, M Ramlan Drakel berjanji akan melaksanakan pekerjaan pembangunan sampai 100%.

Hal tersebut, Kadis PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Ramlan Drakel saat di wawancarai oleh media ini di tempat kerjanya Pukul 16:56 sore (17/02) menerangkan talud di lokasi TPU Desa Maba yang sementara tertunda disebabkan karena cuaca hujan dan gelombang sehingga pihak pekerjaan tidak bisa memasang bois tersebut., ucapanya.

Dinas PUPR Morotai, Ramlan Drakel mengaku Pembangunan Proyek Talud Penahan Ombak Desa Maba (Swakelola) dengan nilai kontrak total anggaran Rp.429.627.000.00 yang bersumber Dana Dari  APBD 2021 waktu  pelaksanaan pekerjaan 150 (Seratus lima pulu) hari kalender dan  pekerjaan sejak mei 2021 lalu, serta panjangnya proyek 100 meter., tuturnya.

Dikatakan talud yang di pasang bois tidak semuda itu karena yang pertama mulai dari pencetakan bois, sampai pemasang dengan ukuran panjang 100 meter tinggi 2 meter posisi susunan dari bawa keatas tiga dua satu apalagi dengan durasi waktu yang singkat itu tidak cukup", jelasnya.

"Pelaksanaan pekerjaan mulai besok dan seterusnya sudah bisa dimulai hingga selesai dan untuk dana pembangunan sisanya masi ada kami akan menggunakan apa saja kebutuhan yang masi kurang dilapangan", tandasnya. 

Ditambahkan sebelumnya kami suda koordinasi kepada Bupati atas permintaan masyarakat kalau boleh ditambah volumenya lagi sehingga dapat dijangkau semua talud penahan ombak di wilayah setempat dan permintaan sudah di setujui Bupati.

Terpisah pengamat ekonomi pembangunan Fajri Hatim SE salah satu akademisi UNKHAIR Ternate hematnya menjelaskan bahwa "Keterlambatan penyelesaian Proyek itu di lihat dari perencanaan pembangunan kurang matang sebab sebelum pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kita harus lihat lokasi iklim geografis, agar bisa mempertimbangkan jangka waktu kerja dan paku anggarannya serta perencanaannya tepat sasaran", ungkap Pengamat Ekonomi pembangunan.**(jk)

Tidak ada komentar