KoranMalut.Co.Id.- Suatu ketika saya pernah berbincang dengan seorang tokoh sepakbola nasional. Tidak etis rasanya jika saya menyebutkan n...
"Nyong (begitu biasa dia menyapa saya) kamu tau gak negara Islandia? Sepakbola disana berkembang pesat saat pemerintahnya mendukung. Mereka sangat detil dalam segala hal. Mereka sadar tidak punya bakat alam seperti di negara-negara Eropa lainnya, karena populasi mereka memang sedikit” beliau membuka cerita, yang buat saya sangat tertarik. “Mereka merubah semua sistem pengembangan sepakbolanya, dan pemerintahnya mendukung banget. Kita perlu meniru itu, klo menurut saya". Imbuhnya.
Ternyata memang benar. Demi lolos ke piala dunia, islandia membuat rencana jangka panjang, selama 16 tahun mereka berproses, serta berinvestasi dalam sistem pengembangan sepakbola. Yang akhirnya jadi kunci keberhasilan islandia lolos ke piala dunia 2018 lalu. Ada beberapa langkah penting yang di ambil pemerintah Islandia guna mendukung rencana mereka, yang pada akhirnya menjadi faktor penentu.
Pertama, pengembangan sepakbola sejak usia dini. mereka memperkenalkan sepakbola sejak usia 3 tahun. Hal ini dilakukan pemerintah Islandia karena mereka mempunyai populasi yang sedikit.
Kedua, pembangunan infrastruktur. Di Islandia musim panas hanya berlangsung selama 3 bulan, selebihnya musim dingin. Nah untuk mengakali masalah iklim ekstrim dan cuaca dingin yang mengganggu perkembangan sepakbola mereka ini, pemerintah Islandia membangun stadion indoor (lapangan sepakbola tertutup). Yang di lengkapi fasilitas pendukung seperti medis, ruang ganti dan lain-lainnya. Sejauh ini Islandia telah memiliki 13 stadion indoor dan di perkirakan terus bertambah. Sedangkan faktor ketiga dan keempat adalah meningkatkan kualitas pelatih serta belajar dari kegagalan.
“Di Islandia pelatih yang abal-abal di coret. Pelatih yang passing atau kontrol bola saja ga bisa di buang. Dan ini ketegasan” lanjut kami berbincang, saya sedikit kaget, “kenapa harus begitu om?” Tanya saya. Jawabnya, Ya bagaimana mau ngajarin anak-anak bisa main bola dengan benar, kalo pelatihnya saja ga bisa contohin ? Itu sederhana”Jawab beliau. “Orientasi federasi sepakbola Islandia bukan duit, tapi prestasi karena pemerintahnya sangat mendukung. rata-rata pelatih di Islandia A dan B UEFA, ga ada itu namanya C dan D." Tegasnya
Pertanyaannya apa bisa sistem seperti itu di lakukan di Indonesia? Jawabannya bisa, sangat bisa. Jika pemerintah mendukung dan ada ketegasan dari federasi maka semua bisa di cari jalan keluarnya. Semua di mulai dari desa, karena kesejahteraan suatu negara itu berawal dari bergiatnya orang-orang yang berada di desa. Orang-orang yang paham dan punya ide-ide brilian tentang sepakbola tempatkan diposisi yang strategis.
“Nah ini semua pihak harus paham dan mau bekerja sama demi sepakbola Indonesia. Sebab kalo ide ini di munculkan pasti banyak pro kontra. Tapi sebagaimana Islandia mereka sangat tegas, sebab ini adalah jalan terbaik” jawab beliau saat saya tanya apa bisa di terapkan di Indonesia.”kita punya bakat alam yang banyak, kita hanya butuh sedikit keberanian untuk berbenah demi kemajuan sepakbola kita." Tutupnya.**(Red)
