Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Fadodara Institut, Proyek Air Bersih di Desa Lolobata Terkesan Asal Asalan

HALTIM, KoranMalut.Co.Id - Terkait Dengan Pembuatan Proyek Air Bersih Desa Lolobata Kecamatan Wasile Tengah (Wasteng) kabupaten halmahera...

HALTIM, KoranMalut.Co.Id - Terkait Dengan Pembuatan Proyek Air Bersih Desa Lolobata Kecamatan Wasile Tengah (Wasteng) kabupaten halmahera timur (haltim ) terkesan di Buat asal asalan sehingga menarik perhatian mahasiswa Fadodara Institute.

Hal ini Diungkapkan oleh ketua umum Fadodara Institute Yusri Pakanda Kepada wartawan melalui via telpon mengatakan bahwa dalam pantauannya sejak awal proyek Air Bersih Itu di kerjakan pada tahun 2018 hingga saat ini, namun belum juga di Rmrasakan dan di nikmati oleh masyarakat setempat.

" Terkesan proyek tersebut Di Buat Atau Di kerjakan asal-asalan sebab jika proyek tersebut di laksanakan dengan baik dan benar maka barang tentu sudah bisa di nikmati  Oleh masyarakat". terangnya Senin (22/10/19).

Lanjut Yusri padahal masyarakat desa Lolobata sangat mengharapkan air bersih tersebut mengingat susahnya air bersih tetapi Ironisnya proyek yang di kerjakan Sejak tahun 2018 Itu belum juga berfungsi.

" Karena Yang Jelas Kebutuhan Mendasar Manusia Itu Tidak Bisa Di Lepas Pisahkan Dengan Air Maka Penting Kiranya Untuk Di Selesaikan Secara Tuntas"

Yusri juga menambahkan anehnya lagi tidak ada transparansi dari pihak yang bertanggung jawab dalam hal Ini kontraktor terkait besaran nilai kontrak proyek air bersih tersebut.

"Hal Ini di buktikan deng tidak adanya papan proyek yang terpampang, padahal sudah seharusnya menjadi kewajiban dalam mengerjakan Proyek Baik Proyek Dengan Nilai yang kecil maupun dengan nilai yang besar sehingga kami pun bisa tau kalau proyek tersebut di tangani oleh Perusaahan mana dengan nilai kontrak sekian" unkapnya, Senin (22/10/19).

Yusri juga berharap agar pihak-pihak yang Berwewenang di wilayah itu seperti aparat Kepolisian untuk turun dan menyelidiki baik tentang anggaran maupun kendala lain, dikarenakan ada dugaan penyelewengan aehingga sengaja tidak gunakan papan proyek.

"Ada Dugaan Kong Kali Kong Dalam Proyek Tersebut Sehingga Harus Ada Tindakan  Peyelidikan Oleh Yang Berwewenang Karena yang jelas proyek tersebut sudah pasti menghabiskan uang Negara yang besar " Tegasnya.

Sementara camat wasilei tengah Manat Hasidi saat di temui wartawan di kediamanya mengatakan bahwa pemerintah kecamatan Sendiri Tidak Tahu Menau Dari Mana Asal Usul Proyek Tersebut Berapa Nilai Kontrak Dan Cv Atau PT. Mana Yang Menangani Proyek Tersebut.

"Saya juga sampai sejauh Ini tidak tau siapa yang menjadi kontraktor dan Perusahan mana yang menangani proyek tersebut, karna sampai sejauh ini belum ada papan proyek yang di Pasang Padahal Proyek tersebut di kerjakan dari tahun 2018" bebernya senin, (22/10/19).

Tidak hanya itu manat Hasidi juga menjelaskan, pihaknya sudah berupaya Untuk Berkonsultasi dengan pihak kontraktor Tetapi tidak bisa, Dikarenakan  Saat di Temui Tidak ada yang mengaku sebagai pengawas ataupun kontraktor mereka mengaku Sebagai Pekerja yang tidak tahu menau lagi tentang Berapa niilai kontrak karena tugas mereka hanya bekerja.

'' Saya Sudah Konsultasi Tetapi Tidak Ada Yang mengakui Sebagai Pengawas Ataupun kontraktor. Saat di tanya mereka mengatakan Bahwa mereka juga tidak tau apa-apa karena Mereka Hanya Pekerja Ketika Saya minta Nomor kontak alasanya Hp lagi Rusak, jadi kemarin Saja juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah desa untuk laporkan ke balai di porivinsi tetapi tiba-tiba Saya di telpon dan dorang (Mereka) bilang akan lanjutkan Pekerjaan tersebut hingga selesai dan untuk Sekarang Pipanya Sudah di Datangkan Jadi Sementara dalam tahap perbaikan Untuk kapan bisa dia gunakan saya belum bisa Pastikan Itu ". Tutupnya.**(Ian).