Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Suku Togutil Mengaji Dirumah Singga Beratap Rumbia Tanpa Dinding

TERNATE, Koranmalut.Com, - Satu tahun lebih warga binaan mualaf suku terasing, Togutil dan anak warga sekitar terpaksa melakukan ibadah s...

TERNATE, Koranmalut.Com, - Satu tahun lebih warga binaan mualaf suku terasing, Togutil dan anak warga sekitar terpaksa melakukan ibadah sholat dan mengaji di atas rumah singgah sederhana yang hanya beralas papan dan beratap (rumbia/woka) tanpa dinding, kata pengurus Laznas BMH Perwakilan Malut dan pembina mualaf suku Tagutil Arief Ismail Hanafi di lokasi pembangunan Masjid desa Kusu, Garojou, pedalaman Halmahera, Jumat malam (2/11/2018).

Melalui kontak seluler Arief mengatakan pembangunan masjid untuk pembinaan para mualaf suku Togutil ini telah mencapai tahap pengerjaan dinding dan pengecoran tiang penyangga.
Namun, kegiatan pembangunan masjid kini terhenti sejak enam bulan lalu, lantaran minimnya material dan bahan bangunan.
Masjid tersebut, katanya, bakal menjadi pusat kegiatan pangkal para mualaf suku Togutil. Untuk itu dia berharap semoga masjid ini cepat selesai agar bisa dipakai untuk kegiatan pangajian.

Sementara itu, lanjutnya, kebutuhan mendesak saat ini yang menjadi kendala berupa semen, kayu dan besi, karena material tersebut agak jauh dari jangkauan lokasi pembanguna masjid.
Untuk diketahui, Pondok Pesantren Tahfidz dan pembinaan mualaf suku Togutil tersebut mulai dirintis pada bulan Juli 2017 lalu, tepatnya di desa Kusu, Garojou Pedalaman Halmahera, Maluku Utara.
Arief mengatakan warga binaan mualaf suku Togutil hingga saat ini tercatat tidak kurang dari 100 orang.

Adapun kegiatan pembinaan yakni pengetahuan sosial budaya belajar membaca, menulis dan menghitung, juga memperkenalkan kehidupan sosial bermasyarakat, belajar agama, mengaji, fiqih ibadah, cara bersuci/thoharoh dan muamalah, kemudian kegiatan penyantuan dan pemberdayaan berupa latihan bercocok tanam, budi daya ikan dan peternakan ayam.
Meski kegiatan belajar dan ngaji masih menggunakan rumah singga sederhana beralaskan papan, beratap rumbia tanpa dinding, namun, semangat para suku terasing itu tampak antusias melakukan aktifitas pangajian, sebut Arief.

Karena itu para Dai dan Guru Ngaji berinisiatif untuk membangun masjid yang rencana digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah, atas ijin Allah dan bantuan para donatur, pembangunan masjid Pesantren Tahfidz dan Pembinaan Mualaf Suku Togutil ini dapat dibangun dan pembangunan saat ini sudah mencapai tahap pemasangan dinding dan pengecoran tiang penyangga. Namun, katanya, sekitar enam bulan terakhir ini pembangunan masjid tersebut terhenti karena kehabisan material semen, pasir, kayu dan besi,” ungkapnya.

Arief berkata, saat ini sumbangan para donatur dari perorangan juga bantuan dari lembaga, yakni BNI Syariah pusat, tapi hingga masjid ini berdiri sumbangan tambahan belum terealisasi, pungkasnya.**(ar/wa)